BERKABAR.CO.ID – Membangun sistem pencegahan karhutla berbasis masyarakat di daerah rawan, khususnya wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga – Malaysia.
Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Gakkum) Kementerian Kehutanan, menjadi inisiator pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) di Desa Entikong, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Rabu (2/7) siang.
Pembentukan MPA Desa Entikong dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif, melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, kelompok tani, kelompok perempuan, serta didampingi oleh tim teknis dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan Seksi Wilayah II Pontianak dan Daops Manggala Agni Kalimantan XI/ Sintang.
Kepala Seksi Wilayah II Pontianak, Sahat Irawan Manik menuturkan, pembentukan MPA ini bertujuan untuk membangun kapasitas masyarakat desa perbatasan dalam mencegah dan menangani karhutla secara mandiri dan terorganisir.
“Meningkatkan kesadaran dan keterlibatan warga dalam menjaga hutan, lahan, dan lingkungan sekitar,” ucapnya.
Baca juga: Hadapi Ancaman Karhutla 2025, Menteri Lingkungan Hidup Perkuat Kesiapsiagaan di Kalbar
Pihaknya juga memperkuat sinergi antara MPA, pemerintah desa, Manggala Agni, TNI/POLRI dan para pihak lainnya dalam sistem pengendalian karhutla terpadu.
Menjadi desa tangguh karhutla di kawasan perbatasan yang mampu menjadi garda terdepan dalam deteksi dini, patroli, dan edukasi cegah karhutla kepada masyarakat sekitar.
“Melalui upaya ini kita berharap dapat semakin meningkatkan peran masyarakat dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diimbau untuk Tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar.
Segera melaporkan apabila terdapat titik api atau aktivitas pembakaran liar.
Aktif mendukung dan bekerja sama dengan Manggala Agni, maupun stakeholder lainnya seperti BPBD, Brigade UPT KPH maupun TNI/POLRI.
“Gunakan metode pembukaan lahan tanpa bakar untuk mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan, menjaga kesuburan tanah, serta menciptakan pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” imbaunya.
Baca juga : Kalbar Masih Rawan Karhutla, Duta Lingkungan Hidup Imbau Masyarakat Bijak Jaga Lingkungan
Sementara itu, Camat Entikong, Yulius Eka Suhendra menyambut baik kehadiran relawan MPA.
Ia berharap langkah ini mampu menjadi pengawal utama dalam menekan risiko karhutla, terutama yang disebabkan oleh pembukaan lahan secara tradisional,
“Dengan kehadiran Masyarakat Peduli Api, mereka bisa membantu dan mendampingi saat ditemukan titik api. Terutama saat pembukaan lahan pertanian agar tidak berubah menjadi kebakaran hutan” harapnya.
Baca juga: Perusahaan Sawit Diminta Self-Report Terkait Karhutla, Jika Abai Sanksi Tegas Menanti
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari strategi nasional pengendalian karhutla yang berbasis tapak dengan melibatkan peran serta masyarakat sebagai garda terdepan.
Wilayah perbatasan seperti Entikong memiliki peran strategis, tidak hanya dalam menjaga wilayah kedaulatan, tetapi juga sebagai barisan terdepan dalam menjaga kualitas lingkungan dan udara lintas negara.(Zul).












