GMNI Kalbar Solid Dukung Kongres Nasional XXII di Bandung, Tolak Intervensi Politik

Logo GMNI

BERKABAR.CO.ID – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) se Kalimantan Barat menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Kongres Nasional (Kongresnas) XXII GMNI yang akan digelar di Kota Bandung.

Dukungan ini disampaikan secara tegas oleh sejumlah perwakilan pengurus cabang dan daerah, sembari mengecam berbagai bentuk upaya boikot maupun intervensi dari pihak eksternal, khususnya elite partai politik yang dinilai berpotensi mencederai marwah organisasi.

Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPC GMNI Pontianak, Fauzan, menegaskan bahwa Kongres Nasional adalah agenda strategis dan sakral yang menjadi momentum penting untuk konsolidasi gerakan serta perumusan arah perjuangan organisasi ke depan.

“Kami memandang Kongres Nasional sebagai momentum krusial untuk konsolidasi organisasi, evaluasi program, dan perumusan langkah-langkah strategis dalam menjawab tantangan zaman ke depan,” ucapnya, Selasa 24 Juni 2025 siang.

Baca Juga : Regenerasi Kader, GMNI Kalbar Gelar KTM Pra-Kongres GMNI Ke XXII

Fauzan juga menyatakan bahwa GMNI Pontianak akan hadir dan berkontribusi aktif dalam setiap agenda kongres.

Ia menegaskan keberlangsungan kongres ini sangat penting demi terciptanya organisasi yang sehat dan demokratis di bawah kepemimpinan nasional saat ini, Imanuel Cahyadi dan Sujahri Somar.

“Sikap kami jelas, GMNI Pontianak akan hadir di Bandung untuk berkontribusi aktif dalam setiap agenda Kongresnas,” tegasnya.

Menanggapi adanya upaya boikot yang muncul dari beberapa pihak, Fauzan menyampaikan penolakannya.

Ia menilai gerakan boikot tersebut tidak mencerminkan semangat kolektif kader GMNI dan justru berpotensi melemahkan kekuatan organisasi.

Baca Juga : Menjaga Idealisme di Tengah Godaan Dunia Kerja

“Boikot bukanlah solusi, apalagi untuk organisasi sebesar GMNI. Ini justru akan melemahkan kita di tengah tantangan yang semakin kompleks,” kata Fauzan.

Hal senada disampaikan Ketua GMNI Kubu Raya, Mahesa. Ia mengajak seluruh kader di Kabupaten Kubu Raya untuk bersatu mendukung terselenggaranya Kongres XXII GMNI dengan semangat kebersamaan.

“Kongres merupakan momentum penting bagi seluruh kader untuk mengevaluasi dan mengkonsolidasikan segala bentuk gagasan dan buah pikir dalam merumuskan regenerasi organisasi ke depan,” jelas Mahesa.

Mahesa juga menyatakan penolakan terhadap segala bentuk intervensi dari pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan GMNI, termasuk dari kalangan kader partai politik yang mencoba menyusup demi kepentingan pribadi.

Baca Juga : PT BRU Tutup Akses Masuk Gereja di Kubu Raya Secara Sepihak

“GMNI Kubu Raya mengecam keras segala bentuk dan tindakan dari kader partai yang berusaha mengintervensi dan mencuri kepentingan yang dapat mencederai dan mendegradasi marwah organisasi. Untuk itu, kami mengimbau seluruh kader dan anggota untuk tetap satu komando,” tegasnya.

Sikap tegas juga datang dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GMNI Kalimantan Barat. Wakil Ketua Bidang Hukum dan Politik DPD GMNI Kalbar, Syahrul Umam menyatakan GMNI Kalbar secara bulat menolak segala bentuk intervensi dari elit partai politik yang mencoba menunggangi GMNI untuk kepentingan pribadi maupun pencapaian jabatan di partai masing-masing.

“Tegas kami katakan, kami GMNI se-Kalimantan Barat menolak intervensi elit parpol maupun elit politik manapun yang mencoba untuk menunggangi GMNI demi kepentingan pribadi,” kata Umam.

Ia juga mengajak seluruh kader GMNI se-Kalimantan Barat untuk mendukung Kongres dengan semangat persatuan, serta menolak gerakan cabang-cabang fiktif dan buzzer-buzzer bayaran yang mencoba merusak citra organisasi.

Baca Juga : Warga Pontianak Timur Antusias Serbu Pasar Murah

“Kami mendukung sepenuhnya Kongres XXII GMNI di Bandung sebagai semangat persatuan yang tidak akan pernah padam. Mari kita bersatu padu dan sukseskan kongres ini dengan riang gembira,” pungkasnya.

Dengan dukungan solid dari GMNI Pontianak, Kubu Raya, hingga DPD Kalbar, Kongres Nasional XXII GMNI di Bandung diyakini akan menjadi panggung penting untuk memperkuat barisan marhaenis muda Indonesia dan mengembalikan semangat perjuangan kolektif demi kemajuan bangsa. *** Zul