Tekno  

Meta Kembangkan Kacamata Pintar Berbasis Pengenalan Wajah

Ilustrasi Kacamata Pintar

BERKABAR.CO.ID – Meta dikabarkan tengah mengembangkan fitur baru berbasis teknologi pengenalan wajah untuk kacamata pintar Ray-Ban Meta AI.

Fitur ini akan memungkinkan pengguna mengenali orang-orang di sekitar mereka hanya dengan melihat melalui lensa kacamata, menurut laporan Gadgets 360 pada Kamis 8 Mei 2025.

Fitur tersebut, yang masih dalam tahap uji coba internal dan disebut sebagai super sensing, akan bersifat opsional. Artinya, pengguna bisa memilih untuk mengaktifkannya atau tidak.

Namun, yang menjadi perhatian adalah orang-orang yang wajahnya dipindai tidak memiliki opsi untuk menolak pengenalan tersebut.

Teknologi ini dibangun di atas kemampuan Live AI yang sudah tertanam dalam perangkat. Jika diaktifkan, kacamata akan memindai wajah orang di sekitar dan mengidentifikasinya dengan menyebutkan nama, jika datanya tersedia dalam sistem.

Saat ini, Ray-Ban Meta AI dilengkapi dengan lampu LED kecil yang menyala saat kamera digunakan. Belum jelas apakah indikator serupa akan menyala ketika fitur pengenalan wajah berjalan, atau justru dinonaktifkan.

Meta disebut tengah mempertimbangkan opsi untuk mematikan lampu indikator demi pengalaman yang lebih alami yang tentu memicu pertanyaan soal transparansi.

Menariknya, eksperimen serupa pernah dilakukan tahun lalu oleh dua mahasiswa Harvard melalui proyek bernama I-XRAY.

Dengan menggabungkan kacamata pintar Meta, model bahasa besar (LLM), serta basis data wajah publik, mereka berhasil menciptakan sistem identifikasi orang secara real-time.

Meski proyek itu tidak pernah dirilis secara luas, keberhasilannya menunjukkan potensi dan risiko dari teknologi semacam ini.

Jika Meta benar-benar meluncurkan fitur ini, maka dunia bisa segera menyaksikan realisasi identifikasi wajah instan di ruang publik, sebuah lompatan teknologi yang mengundang decak kagum sekaligus perdebatan etika. ***