BERKABAR.CO.ID – Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Kalimantan Barat menegaskan tidak akan menempuh jalur hukum terkait penolakan pembangunan gereja di Kabupaten Kubu Raya.
Ketua Pemuda Katolik Kalbar, Hubertus Vinsensius Wake, mengatakan pihaknya memilih menyerahkan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada pemerintah daerah.
“Kami tidak mengambil langkah hukum. Sepenuhnya kami serahkan kepada Bapak Bupati Kuburaya untuk melakukan pembinaan,” kata Hubertus di Pendopo Gubernur Kalbar, Sabtu (9/8/2025), usai pelantikan dan Rapat Kerja Daerah Pemuda Katolik Komda Kalbar 2025.
Baca juga: Pemerintah Kalbar Kecam Penolakan Pembangunan Gereja di Desa Kapur
Ia menjelaskan, setelah menerima informasi penolakan dari sejumlah forum RT, pihaknya langsung menugaskan Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Kuburaya untuk berkoordinasi dengan Pemkab. Respons cepat datang dari Bupati Kuburaya yang berkomitmen menindaklanjuti persoalan tersebut.
“Syukur puji Tuhan, Bapak Bupati sangat responsif. Beliau segera menindaklanjuti dan melakukan pembinaan kepada forum RT tersebut,” katanya.
Baca juga: Bupati Sujiwo Akan Tindak Tegas Forum RT Penolak Pendirian Gereja di Desa Kapur
Hubertus juga telah menginstruksikan seluruh kader Pemuda Katolik di Kalimantan Barat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan mempercayakan proses penanganan kepada pemerintah. Ia berharap pembinaan yang dilakukan dapat menjaga toleransi dan keberagaman di daerah.
“Semoga lewat pembinaan ini kita semua bisa menjaga toleransi dan keberagaman yang ada di Kalimantan Barat,” tutupnya. (Reh)












