BERKABAR.CO.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi pertama perdagangan Selasa, 8 Juli 2025, dengan pelemahan tipis sebesar 0,33 poin (0,0048 persen) ke level 6.900,60, dibandingkan penutupan sebelumnya di 6.900,93.
Sepanjang sesi, pergerakan IHSG relatif sempit, bergerak di kisaran tertinggi 6.908,55 dan terendah 6.885,28, mencerminkan sikap wait and see investor terhadap sentimen global yang semakin tidak menentu.
Investor Cermati Risiko Global dan Tarif Dagang AS
Analis pasar menilai pelemahan IHSG hari ini disebabkan oleh minimnya volume perdagangan karena investor tengah mencermati kombinasi faktor eksternal dan domestik.
“Investor sedang menimbang risiko eksternal dan data ekonomi dalam negeri. Volume perdagangan tipis karena banyak pelaku pasar menahan diri,” ungkap analis dari salah satu sekuritas di Jakarta.
Baca Juga : Saham Dassault Aviation Alami Penurunan Pasca Paskitan Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur India
Salah satu faktor eksternal yang membebani pasar adalah kebijakan tarif dagang baru Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump telah menetapkan tarif 32 persen untuk sejumlah produk Indonesia, yang mulai berlaku 1 Agustus 2025.
Kebijakan ini meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar atas kemungkinan memburuknya hubungan dagang global.
Sentimen Regional: Bursa Asia Rebound Tipis, Komoditas Masih Tekan Pasar
IHSG melemah meskipun bursa regional Asia mencatat rebound ringan. Namun, sentimen tetap negatif akibat:
Baca Juga : Donald Trump Setujui Kerangka Kesepakatan Tarif Dengan Vietnam
- Potensi aksi balasan dari negara-negara BRICS terhadap tarif AS
- Harga komoditas yang belum stabil, terutama minyak dan logam
- Ketidakpastian arah kebijakan moneter global
Pasar Nantikan Data Inflasi AS dan Suku Bunga BI
Fokus pasar saat ini tertuju pada dua hal utama:
- Rilis data inflasi AS
- Keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) pekan depan
Apabila data inflasi menunjukkan tren pelambatan dan BI mempertahankan kebijakan dovish, maka IHSG berpeluang menguat kembali dalam beberapa hari mendatang.
Baca Juga : Laba Bersih BPKH Limited Capai Rp15,5 Miliar
Kesimpulan: IHSG Terkoreksi Tipis, Tapi Masih Stabil
Meski mencatat penurunan minor, IHSG dinilai masih stabil dalam tren jangka pendek. Arah pergerakan selanjutnya akan sangat ditentukan oleh perkembangan sentimen global, kebijakan tarif dagang, serta respon moneter domestik. ***












