BERKABAR.CO.ID – PDAM Tirta Khatulistiwa dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pontianak berikan dividen yang signifikan bagi Pemkot. Hal ini diungkapkan PJ Wali Kota Pontianak Edi Suryanto usai penandatanganan penetapan target kinerja BUMD di ruang kerjanya, Rabu (15/1) siang.
Edi Suryanto mengungkapkan bahwa dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkot Pontianak ini dinilai berhasil menunjukkan kinerja yang sehat. Ia menekankan pentingnya menjaga dan meningkatkan kinerja kedua BUMD tersebut.
Kedua BUMD ini tak hanya memberikan keuntungan finansial berupa dividen yang signifikan. Menurut Edi keduanya juga berfokus pada pelayanan optimal kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, kedua perusahaan BUMD ini memberikan kontribusi berupa dividen yang cukup besar bagi Pemkot Pontianak,” ujarnya.

Edi menjelaskan bahwa BUMD di Pontianak tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.
“Kami meminta BUMD, terutama PDAM agar memberikan layanan optimal terkait penyediaan air bersih, sehingga masyarakat mendapatkan manfaat maksimal,” tambahnya.
Selain itu, Edi juga menyoroti peran Perumda BPR Khatulistiwa Pontianak dalam mendukung UMKM di Kota Pontianak. Pasalnya, kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Pontianak cukup besar.
“BPR harus sehat dan untung, serta membantu usaha kecil di Kota Pontianak. Kita harapkan ada peningkatan layanan kepada UMKM dan para pedagang di pasar tradisional setiap tahunnya,” jelas Edi.
Dengan kinerja yang baik ini, Edi berharap kedua BUMD dapat terus memberikan kontribusi positif bagi Pemkot Pontianak dan masyarakat.
“Kita minta kedua BUMD tersebut berkomitmen untuk memastikan bahwa perusahaan milik daerah ini terus seimbang antara profit dan pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Plt Direktur Utama PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak Abdullah ungkapkan sejumlah target kinerja perusahaan pada tahun 2025.
Ia menegaskan bahwa PDAM berkomitmen untuk meningkatkan cakupan layanan, kualitas dan mengurangi kebocoran guna memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Salah satu target utama PDAM yakni mengurangi tingkat kebocoran air hingga mencapai 29,9 persen pada tahun 2025.
“Cakupan layanan diharapkan dapat mencapai 90,5 persen, dengan penambahan 3 ribu sambungan air bagi rumah baru, sehingga total pelanggan akan meningkat menjadi 159 ribu,” tuturnya.
Abdullah juga menyoroti pentingnya kedisiplinan masyarakat dalam pembayaran rekening bulanan. PDAM menargetkan efisiensi pembayaran mendekati 100 persen. Meskipun saat ini realisasi baru mencapai 98 persen, dengan nilai tunggakan sekitar 2 persen.
“Dengan berbagai upaya ini, kami berharap dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal dan memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kota Pontianak di tahun-tahun mendatang,” tutupnya. (Fik)












