BERKABAR.CO.ID – Tahapan pendaftaran Calon Ketua Dewan Pengurus Daerah Real Estat Indonesia (DPD REI) Kalimantan Barat periode 2025–2028 resmi ditutup tepat pukul 00.00 WIB, Jumat 6 Juni 2025.
Penutupan ini menandai berakhirnya salah satu fase penting dalam proses regenerasi kepemimpinan di tubuh organisasi REI Kalbar.
Hingga berakhirnya waktu pendaftaran, hanya H. Baharudin yang mengembalikan berkas pencalonan Ketua.
Ketua Tim Seleksi, Muhammad Nasir, menyampaikan bahwa pelaksanaan tahapan pendaftaran berjalan sesuai dengan jadwal dan mekanisme yang telah ditetapkan.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan dengan menjunjung tinggi prinsip transparansi, kolektivitas, dan independensi.
“Pada Jumat kemaren, tepat pukul 00.00 WIB, tahapan pendaftaran resmi kami tutup. Ini adalah bagian dari tanggung jawab organisasi dalam memastikan proses berjalan tertib dan sesuai aturan,” ucapnya, Sabtu 7 Juni 2025.
Baca Juga : Maju Ketua REI Kalbar, H Baharudin Siap Bangun Organisasi yang Adaptif dan Progresif
Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menjaga suasana kondusif selama proses berlangsung.
Menurutnya, partisipasi aktif para anggota menunjukkan tingginya kepedulian terhadap masa depan organisasi.
Ia sangat menghargai komitmen dan kontribusi seluruh elemen anggota selama tahapan ini berlangsung.
“Ini adalah refleksi dari semangat kebersamaan yang menjadi fondasi kuat bagi REI Kalimantan Barat,” ungkapnya.
Baca Juga : Pendaftaran Calon Ketua DPD REI Kalbar Periode 2025–2028 Resmi Dibuka
Lebih lanjut ia mengatakan akan terus menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab sesuai dengan mandat yang diberikan.
Seraya menjaga netralitas dan profesionalitas dalam setiap keputusan.
“Kami tegak lurus pada aturan organisasi. Prinsip kami adalah melayani proses, bukan memihak pada figur. Semua dijalankan dengan standar etika yang kami pegang bersama,” tegasnya.
Sementara itu, H. Baharudin mengatakan langkahnya maju sebagai calon ketua adalah bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian terhadap keberlanjutan organisasi.
Menurutnya, REI Kalbar bukan sekadar tempat berkumpulnya para pengembang, tetapi wadah kolaboratif yang harus terus hidup, aktif, dan punya dampak nyata.
Baca Juga : Bandara Supadio Pontianak Berubah Status, Sejumlah Maskapai Ajukan Rute Penerbangan
“Ini bukan soal jabatan, tapi soal bagaimana kita bisa bersama-sama membawa REI Kalbar ke arah yang lebih solid dan bermanfaat bagi anggota maupun masyarakat luas,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi, keterbukaan, dan penguatan SDM internal REI, agar organisasi semakin adaptif dalam menghadapi dinamika industri properti yang semakin kompleks.
“Kita perlu REI yang kuat dari dalam. Organisasi ini harus menjadi rumah bersama, tempat seluruh anggota merasa dihargai, didengar, dan didorong untuk berkembang,” tambahnya.
Musyawarah Daerah REI Kalbar dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 18 Juni 2025.
Baca Juga : Revitalisasi TPA Bakal Atasi Masalah Sampah dan Sumber PAD Baru Bagi Kota Pontianak
Pemilihan Ketua DPD REI Kalbar dipastikan akan berlangsung demokratis, terbuka dan penuh semangat kebersamaan.
Hal ini demi kemajuan dunia properti dan pembangunan di Kalimantan Barat. ***












