Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Jagung di Bengkayang

Presiden Prabowo Subianto didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat mengemudikan mesin pemanen jagung, pada panen raya jagung di Bengkayang Kamis,(5/6).

BERKABAR.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto memimpin panen raya jagung serentak kuartal II di Bengkayang, Kalimantan Barat.Kamis (5/6) pagi.

Pada kesempatan ini juga hadir, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso dan jajaran terkait lainnya beserta Forkopimda Kalimantan Barat, di kawasan tanam Dusun Kandasan, Desa Bange Kecamatan Sanggau Ledo Kabupaten Bengkayang.

Dalam rangkaian kegiatan panen ini, diikuti juga oleh 12 Polda seluruh Indonesia yang selanjutnya dilaksanakan Peresmian Pabrik Dryer Jagung dan Ceremony Ground Breaking Pembangunan serentak 18 Gudang Polri untuk penyimpanan jagung dan diakhir prosesi Pelepasan Keberangkatan Ekspor Perdana Jagung ke Kuching, Malaysia.

Baca juga: Wamentan Sudaryono Dorong Percepatan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Kalbar

Gudang ini memiliki kapasitas penyimpanan hingga 5.000 ton dan mampu mengolah hingga 300 ton jagung per hari. Fasilitas ini diharapkan dapat mengangkat nilai ekonomi daerah secara signifikan dan menjadi pusat distribusi hasil panen petani lokal di Bengkayang.

Pada kesempatan ini, Presiden Prabowo mengapresiasi hasil yang dicapai dari pertanian jagung seluas 218,35 ha tersebut.

Prabowo juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kapolri, seluruh jajaran kepolisian, serta pejabat lain yang ikut menyukseskan program ketahanan pangan. Prabowo juga mengaku bahagia karena keberhasilan di bidang produksi pangan.

Baca juga: Status Bandara Supadio Jadi Internasional, Ria Norsan: Ekonomi Kalbar Akan Tumbuh Pesat

Prabowo menyambut baik panen raya jagung ini karena memberikan sinyal bagus terkait pangan. Prabowo tak merasa cepat puas dengan sinyal ini, tapi ini menjadi tanda untuk keberlanjutan terhadap hasil yang dicapai.

“Kita sudah melihat bukti tanda-tanda keberhasilan awal, bukan kita cepat puas, tapi kita juga secara objektif kita harus paham, dan harus mengerti, hasil-hasil yang telah dicapai. ini adalah objektivitas, kalau kita bekerja tidak melihat capaian kita, kita bisa menghamburkan tenaga kita”, ujarnya.

Prabowo juga menyampaikan, tentang keberhasilan di bidang pertanian utamanya di bidang produksi beras, disaat banyak negara yang saat sekarang ini kesulitan beras.

“Bukan kita membanggakan diri, dan menjadi bangsa yang sombong, tapi kita menggunakan ilmu padi, makin berisi makin merunduk, semakin kita berhasil semakin kita bersyukur, semakin kita dikasih kesulitan semakin berjuang”,ucap Prabowo.

Baca juga: Tren Karhutla Menurun, Menteri Raja Juli Ajak Semua Pihak Tetap Siaga

Tak hanya itu Presiden Prabowo juga mengapresiasi semua pihak atas keberhasilan pencapaian dalam penguatan pangan bagi masyarakat indonesia ini.

“Keberhasilan itu bukan yang jatuh dari langit, keberhasilan yang diraih dari keringat pikiran tenaga keberanian inisiatif dari hari yang bersih dari semua unsur, saya senang apa yang saya sampaikan ditangkap kapolri dan jajarannya, memang polisi indonesia harus jadi polisi rakyat, sama dengan TNI, TNI tentara rakyat” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu Presiden Prabowo juga terus  menekankan akan pentingnya swasembada pangan bagi suatu bangsa.***