BERKABAR.CO.ID – Kalimantan Barat masih berada dalam periode basah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan akan terus mengguyur sebagian besar wilayah hingga Oktober 2025.
Meski begitu, prakirawan Stasiun Klimatologi Kalbar, Fanni Aditya, menekankan bahwa ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum sepenuhnya hilang. Sejarah mencatat, Juli hingga September tetap menjadi bulan rawan munculnya hotspot atau titik panas.
“Tren hujan memang diperkirakan masih berlanjut hingga Oktober. Namun dari data historis, periode pertengahan tahun ini biasanya tetap rawan hotspot yang dapat memicu karhutla,” jelasnya, Kamis (21/8/2025).
Baca juga: Gempa Dahsyat Guncang Poso di Hari Kemerdekaan RI ke-80, Puluhan Luka-Luka dan Bangunan Roboh!
Ia mengatakan, kondisi hujan yang lebih merata saat ini dipengaruhi fenomena atmosfer regional seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), kenaikan suhu muka laut di Indonesia, serta gangguan gelombang atmosfer. Meski tidak berdampak langsung pada cuaca lokal, faktor-faktor ini mendukung pembentukan hujan.
BMKG juga mengingatkan, hujan yang terjadi bukan dalam kategori ekstrem. Namun masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi banjir lokal, tanah longsor, maupun titik panas yang bisa muncul sewaktu-waktu.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap siaga, baik terhadap banjir maupun karhutla, terutama di daerah rawan,” tegas Fanni. (Reh)












