BERKABAR.CO.ID – Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni mengatakan secara kolektif tren kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia mengalami penurunan signifikan beberapa tahun terakhir.
Begitu juga untuk saat ini pada pertengahan tahun 2025. Namun, Raja meminta semua pihak harus tetap siaga dalam mencegah Karhutla.
Hal tersebut ia sampaikan pasca memimpin Upacara Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan lahan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2025 di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Kamis (5/6) pagi.
“Secara kolektif karhutla kita menunjukkan penurunan drastis dari beberapa tahun terakhir, begitu juga tahun ini, tapi jangan jumawa, kita tetap harus waspada” ucapnya.
Baca juga: Tujuh Hektare Lahan Terbakar di Parit Haji Muksin Kubu Raya
Menurutnya, ada beberapa faktor penyebab turunnya tren kebakaran hutan dan lahan.
Pertama koordinasi dan kerjasama semua pihak dalam antisipasi sejak dini dan pencegahan karhutla.
Kedua, penegakan hukum yang sudah efektif jika terjadi kebakaran.
“Serta yang ketiga partisipasi masyarakat dan generasi muda cukup tinggi sehingga mampu untuk mengantisipasi,” ungkapnya.
Kemudian, Modifikasi cuaca atau hujan buatan (cloud seeding) dan pelembapan lahan juga terus dilakukan walaupun kondisi Karhutla menurun.(Zul)












