Sang Ibu Gantikan Mendiang Rio Fanderi di Wisuda IAIN Pontianak

Ibu Rio Fanderi, Sri Aziza saat ditemui di Kampus IAIN Pontianak, Kamis 7 Agustus 2025.

BERKABAR.CO.ID – Suasana haru menyelimuti Wisuda ke-XX Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Kamis 7 Agustus 2025.

Dalam acara wisuda tersebut, tampak seorang ibu menggantikan, Rio Fanderi (24), mahasiswa yang meninggal tak wajar pada Kamis 17 Juli 2025 lalu.

Ditemani sang nenek, mereka naik ke mimbar senat sambil membawa foto Rio. Sang ibu pun terus memeluk foto Rio hingga keluar ruangan Wisuda.

Tangis haru pecah ketika ibu menghampiri keluarga dan kerabat di depan Sekretariat UKM Mapala Kampus.

Teman-teman nya bergantian memeluk foto Rio pasca sidang dan foto menggunakan baju wisuda.

Ibu Rio, Sri Aziza merasa sedih harus menggantikan posisi anaknya dalam momentum wisuda.

Baca juga: Curi Motor di Parkiran IAIN Pontianak, Residivis Curanmor Ditangkap

Ia mengaku menangis saat masuk ruang wisuda tanpa kehadiran sang anak.

“Karena Rio pernah berjanji akan membawa saya sama neneknya di momen wisuda ini, itu yang kami sedih, kita hadir di wisuda tanpa kehadirannya,” ucapnya, Kamis 7 Agustus 2025.

Tak hanya itu, Rio juga pernah mengatakan ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2.

Ia sebagai ibu pun mengiyakan dengan syarat Rio harus bekerja terlebih dahulu.

“Karena saya tidak mampu membiayai, masih ada adik yang sekolah. Rio pun menyanggupi karena mau S2,” ungkapnya.

Dimata keluarga, Rio merupakan anak yang ceria dan baik. Begitu juga dilingkungan kampus dan masyarakat.

Rio tidak pernah mengeluh atau menceritakan hal-hal yang buruk di hidupnya.

Baca juga: Misteri Kematian Mahasiswa IAIN Pontianak, Saksi Sebut Sempat Terdengar Benturan Keras di UKM

Hal tersebut yang membuat keluarga terkejut, Rio bisa meninggal tidak wajar karena kecelakaan di Sekretariat kampus tempat dia tinggal.

“Saya kaget kok bisa, sedangkan anak saya tidak pernah menceritakan hal hal yang jelek tentang lingkungan nya,” terangnya.

Terakhir, ia berharap Kepolisian segera mungkin mengungkap kasus kematian anaknya.

Karena hingga saat ini pihak keluarga belum mengetahui pasti penyebab kematian Rio.

“Saya pengen tahu apa yang terjadi apa penyebab nya. Dari waktu dilakukan autopsi sampai sekarang belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian,” pungkasnya.

Baca juga: Kematian Mahasiswa IAIN Pontianak Dinilai Janggal, Keluarga Minta Autopsi

Diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswa IAIN Pontianak, Rio Fanderi (24), meninggal dunia pada Kamis, 17 Juli 2025.

Rio sempat dirawat secara intensif di RS Untan Pontianak sejak Minggu, 13 Juli 2025.

Ia dirawat karena mengalami benturan keras dibagian kepala saat berada di lingkungan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) kampus.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga menyebutkan hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya retakan pada bagian belakang tengkorak kepala, tepatnya di dekat telinga.

Atas kejanggalan tersebut, pihak keluarga telah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Proses autopsi juga telah dilakukan oleh pihak kepolisian.

Jasad juga Rio telah dimakamkan pihak keluarga beberapa waktu lalu, saat ini hasil autopsi masih ditunggu semua pihak. (Zul)