BERKABAR.CO.ID – Volvo resmi memperkenalkan XC70 terbaru sebagai SUV plugin hybrid dengan kemampuan jarak tempuh listrik yang luar biasa, hingga 200 kilometer.
Model baru ini dijadwalkan meluncur pada tahun 2026 dan akan difokuskan terlebih dahulu untuk pasar otomotif China.
Kehadiran kembali nama XC70 ini menandai strategi baru Volvo dalam memperluas portofolio elektrifikasinya.
Håkan Samuelsson, Presiden dan CEO Volvo Cars, menjelaskan bahwa XC70 akan menjadi jembatan ideal menuju kendaraan listrik penuh.
“Model ini adalah solusi bagi pelanggan yang belum siap beralih sepenuhnya ke mobil listrik, sekaligus menunjukkan pendekatan regionalisasi kami dalam memenuhi kebutuhan pasar lokal,” ungkapnya dalam siaran pers.
Volvo menyatakan bahwa XC70 mampu melaju hingga 200 km hanya dengan tenaga listrik, berdasarkan uji CLTC (China Light-Duty Vehicle Test Cycle). Ini menjadikannya salah satu kendaraan plugin hybrid dengan jangkauan terjauh di kelasnya.
Mobil ini dibangun dengan platform terbaru bernama Scalable Modular Architecture (SMA), yang merupakan pengembangan dari Compact Modular Architecture yang telah digunakan oleh merek lain dalam grup Geely, seperti Lynk & Co dan Polestar.
Dari sisi desain, XC70 mengadopsi gaya visual modern khas Volvo. Bagian depan dihiasi lampu LED dengan desain palu Thor dan gril tertutup, sementara bagian bawah menampilkan intake udara aktif dengan aksen hitam.
Di bagian belakang, lampu belakangnya mengambil inspirasi dari XC60, membentang dari pilar D ke pintu bagasi.
Dari samping, siluet XC70 menyerupai XC60 namun dengan lekukan garis sabuk dan ukiran yang lebih dalam di pintu bawah. Tidak seperti pendahulunya yang berbasis wagon, generasi terbaru XC70 adalah SUV murni yang dirancang dari awal.
Meski belum mengungkap rincian terkait dimensi atau sistem penggeraknya, Volvo memastikan bahwa informasi lebih lanjut akan dirilis dalam beberapa bulan ke depan. Selain China, potensi ekspansi ke pasar global juga sedang dipertimbangkan. ***












