IHSG Rebound Usai Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih Mereda, Tembus 7.699 di Akhir Sesi

Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

BERKABAR.CO.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil berbalik menguat (rebound) pada perdagangan Rabu sore 10 September 2025.

Penguatan ini terjadi setelah kekhawatiran investor terkait reshuffle Kabinet Merah Putih mulai mereda.

IHSG ditutup naik 70,40 poin atau 0,92 persen ke level 7.699,01. Sementara indeks LQ45 juga melonjak 12,20 poin atau 1,58 persen ke posisi 782,13.

Analis Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menyebut rebound IHSG ditopang oleh dua faktor utama.

“Meredanya kekhawatiran investor dari dampak pergantian Menteri Keuangan dan adanya bargain hunting pada saham-saham yang sudah turun signifikan, menjadi pendorong rebound IHSG,” ujarnya di Jakarta.

Baca Juga : Saham Dassault Aviation Alami Penurunan Pasca Paskitan Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur India

Saham Perbankan Kembali Menguat

Dari dalam negeri, saham-saham sektor perbankan yang sempat tertekan dalam dua hari terakhir berhasil kembali ke zona hijau. Hal ini seiring dengan menurunnya kekhawatiran pasar terhadap reshuffle menteri, khususnya posisi Menteri Keuangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor tercatat menguat. Sektor properti naik 1,33 persen, sektor keuangan menguat 1,26 persen, dan sektor barang konsumen non-primer melonjak 2,14 persen.

Sebaliknya, tiga sektor justru terkoreksi, yakni teknologi -1,05 persen, barang baku -0,69 persen, dan transportasi dan logistik -0,46 persen.

Baca Juga : Ukir Sejarah Emas, Bank Kalbar Raih Predikat Tertinggi TOP GRC Awards 2025

Sentimen Global Masih Jadi Perhatian

Dari mancanegara, pasar menanti rilis data inflasi Amerika Serikat (AS), yaitu Indeks Harga Produsen (PPI) untuk Agustus 2025 yang dirilis Rabu 10 September 2025, serta Indeks Harga Konsumen (CPI) pada Kamis 11 September 2025.

Data ini diprediksi naik ke 0,3 persen month to month (mtm) dan 2,9 persen year on year (yoy), yang akan menjadi acuan kebijakan suku bunga The Fed pada pertemuan FOMC 16–17 September 2025.

Dari Eropa, investor juga menunggu hasil rapat European Central Bank (ECB) yang diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 2,15 persen.

Baca Juga : Rupiah Tertekan Dolar AS, Tapi Banjir Modal Asing Rp15 Triliun Bikin Pasar Domestik Tetap Perkasa!

Bursa Asia Kompak Menguat

Bursa saham regional Asia sore ini kompak menghijau. Nikkei naik 395,71 poin (0,91%) ke level 43.855,00, Hang Seng menguat 262,13 poin (1,01 persen) ke 26.200,26, Shanghai Composite bertambah 4,93 poin (0,13 persen) ke 3.812,22, dan Strait Times naik 48,89 poin (1,14 persen) ke 4.346,46.

Saham Paling Menggeliat

Beberapa saham yang mengalami penguatan terbesar antara lain PIPA, SLIS, UANG, VOKS, dan TCID. Sementara itu, saham yang melemah paling dalam yaitu KDTN, DSNG, AMIN, NANO, dan WAPO.

Baca Juga : Turki Jual 48 Jet Tempur KAAN ke Indonesia, Tandai Babak Baru Kerja Sama Pertahanan Strategis

Total frekuensi perdagangan tercatat 1,82 juta kali transaksi dengan jumlah saham diperdagangkan mencapai 30,54 miliar lembar senilai Rp15,67 triliun. Dari total saham, 408 saham menguat, 256 melemah, dan 144 stagnan. **