BERKABAR.CO.ID – Empat kepala desa (kades) di Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, mempertanyakan mandeknya realisasi program aspirasi dari DPRD Kalbar. Mereka menilai program tersebut terhenti hanya karena anggota dewan pengusul dari Fraksi PDI Perjuangan tidak lagi terpilih pada periode 2024–2029.
Para kades menyayangkan bahwa kepentingan masyarakat kini terabaikan akibat dinamika politik, padahal program aspirasi tersebut telah dijanjikan dan dinantikan warga desa.
Menurut informasi yang diperoleh, program aspirasi tersebut telah disahkan pada tahun 2024 dan seharusnya direalisasikan pada tahun 2025.
Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda pelaksanaannya. Hal ini menimbulkan pertanyaan dari para kepala desa yang merasa aspirasi masyarakat belum dipenuhi.
Kepala Desa Pak Laheng, Hamdani mengatakan sebelumnya salah satu Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat dari daerah pemilihan Kubu Raya – Mempawah periode 2019-2024 dari Fraksi PDI Perjuangan telah melakukan reses pada tahun 2023 dengan menjanjikan beberapa kegiatan di Desa Pak laheng.
Namun sampai kini belum ada tanda-tanda realisasi.
“Saya mewakili masyarakat agar kegiatan tersebut tidak dialihkan dan tetap bisa terealisasi tahun ini,” ucapnya, Selasa (10/6).
Sementara itu, Kepala Desa Benuang, Andreas menyoroti usulan pembangunan jalan pemukiman yang telah disampaikan melalui Musrenbang dan reses pada akhir 2023.
Menurutnya, program ini merupakan aspirasi masyarakat dan berdasarkan informasi yang didapatkan sudah disahkan untuk direalisasikan tahun 2025, namun sampai bulan Juni belum ada kemajuan.
“Kami ingin kepastian karena jalan ini sangat dibutuhkan warga,” tegasnya.
Senada dengan itu, Kepala Desa Sepang, Ignasius Urada juga mempertanyakan mengapa salah satu usulan yang telah dikunci pada 2024 untuk direalisasikan tahun ini belum terealisasi.
Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak akan setuju jika ada pihak yang berupaya mengalihkan program tersebut.
“Ini sudah lama dinantikan oleh warga,” katanya.
Baca juga: Menteri LH Apresiasi Penggiat Mangrove di Kabupaten Mempawah
Tak hanya itu, Kades Desa Terap juga menuturkan aspirasi yang diajukan pada tahun 2024 terkait pembangunan jalan pemukiman penduduk dan perkebunan masyarakat juga masih belum mendapat kejelasan.
“Padahal kami sangat menunggu karena banyak warga yang membutuhkan. Karena di wilayah tersebut banyak pemukiman dan kebun warga,” ungkapnya.
Baca juga: Krisantus Tegaskan Tidak Ada Tempat Untuk GRIB di Kalbar
Para kepala desa berharap ada kepastian dari pihak terkait agar program-program yang telah dijanjikan dapat segera diwujudkan demi kesejahteraan masyarakat.
Mereka juga meminta agar tidak ada pengalihan atau perubahan rencana yang dapat merugikan warga, hanya karena dewan yang telah mengusulkan aspirasi sebelumnya tak terpilih pada periode 2024-2029. Hal ini mengingat warga yang sudah menanti realisasi pembangunan tersebut sejak lama. (Zul)












