BERKABAR.CO.ID – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan menegaskan dukungan penuh terhadap program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, MBG bukan sekadar kebijakan intervensi pangan, melainkan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi sehat menuju visi Indonesia Emas 2045.
“Pemerintah provinsi sebagai perpanjangan tangan pusat tetap mendukung. Karena memberi makan anak bangsa adalah bagian dari upaya mencapai Indonesia Emas,” ucapnya, Sabtu 27 September 2025.
Namun, Norsan mengingatkan dukungan itu harus diikuti evaluasi menyeluruh, mengingat sejumlah laporan kasus keracunan yang terjadi di beberapa daerah Kalbar. Hal ini menurutnya harus menjadi perhatian serius penyedia makanan.
Baca Juga : 16 Siswa SD di Ketapang Diduga Keracunan MBG, Yayasan Pastikan Evaluasi Usai Insiden
“Penyedia harus bertanggung jawab. Soal gizi, kebersihan, dan jarak tempuh pengantaran agar makanan tidak basi, itu semua harus diperhatikan,” katanya.
Sebagai langkah tindak lanjut, Pemprov Kalbar akan menggelar pertemuan dengan Koordinator MBG Regional Kalbar, mitra pelaksana, serta seluruh pemangku kepentingan di Pendopo Gubernur pada Minggu 28 September 2025.
Pertemuan itu ditujukan untuk menyatukan persepsi dan memperbaiki aspek-aspek teknis dalam pelaksanaan program.
“Kami siapkan tenaga ahli gizi dan akan melengkapi hal-hal yang kurang. Yang penting ada koordinasi, supaya pelayanan lebih baik,” ungkapnya.
Baca Juga : Pemkot Pontianak Cek Langsung Kesiapan Dapur MBG, 40 Ribu Siswa Sudah Terlayani
Ia menambahkan, keberhasilan program MBG tidak hanya bergantung pada komitmen pemerintah pusat dan daerah, tetapi juga pada konsistensi semua pihak yang terlibat.
“Untuk memastikan anak-anak menerima makanan yang sehat, bergizi, dan aman,” pungkasnya. *** Zul












