Menko PMK Pratikno Kenalkan “Asta Mantra” untuk Perkuat Keluarga di Era Digital

Ilustrasi : Perkuat Keluarga di Era Digital

BERKABAR.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan bahwa keluarga merupakan rumah utama sekaligus sekolah pertama bagi anak. Di dalam keluarga, anak belajar kasih sayang, budaya luhur, dan budi pekerti.

Namun, ia mengingatkan, saat ini keluarga menghadapi tantangan besar yang belum pernah ada sebelumnya, yakni disrupsi teknologi digital dan pengaruh kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Menurut Pratikno, fenomena baru ini tampak jelas dalam kehidupan sehari-hari. “Layar gadget lebih sering menatap anak-anak kita daripada mata orang tuanya.

Suara notifikasi HP jauh lebih nyaring dari suara tawa keluarga. Dunia maya lebih menarik dibanding dunia nyata di sekitar anak-anak kita,” ujarnya.

Baca Juga : Mendagri Tito Wujudkan Cita-Cita Driver Ojol yang Gugur Saat Demo, Keluarga Dapat Rumah Layak Huni di Bogor

Pratikno menekankan bahwa tantangan disrupsi teknologi memang berat, tetapi tidak boleh membuat orang tua menyerah.

Ia mengingatkan agar keluarga tidak membiarkan anak-anak hanyut dalam arus deras dunia digital tanpa pendampingan.

“Ini adalah tantangan yang bukan hanya berat, tapi juga belum pernah ada sebelumnya,” tegasnya.

Untuk menjawab tantangan itu, Pratikno menawarkan delapan panduan membangun keluarga berkualitas di era digital, yang ia sebut sebagai Asta Mantra:

Baca Juga : Kisah di Balik Kirab Bendera Pusaka HUT RI ke-80: Rela Tinggalkan Keluarga Demi Sang Merah Putih

  1. Kurangi Screen Time, Perbanyak Green Time – ajak anak lebih banyak berinteraksi dengan alam.
  2. Bangun Kota dan Desa yang Liveable dan Lovable – ciptakan ruang publik, taman, dan trotoar yang ramah keluarga.
  3. Orang Tua Harus Jadi Pengasuh Efektif – orang tua harus hadir sebagai pengasuh utama, bukan gadget.
  4. Hidupkan Nilai Agama dan Akhlak Mulia – menjadikannya benteng moral keluarga.
  5. Lestarikan Budaya Luhur Bangsa – agar budi pekerti menjadi kebiasaan, bukan sekadar pelajaran.
  6. Aktifkan Solidaritas Ketetanggaan – memperkuat gotong royong sebagai benteng sosial.
  7. Kolaborasi Lintas Sektor – sinergi antara pemerintah, swasta, akademisi, masyarakat, ulama, hingga tokoh adat.
  8. Manfaatkan Digital untuk Koordinasi, Bukan Memecah Belah – gunakan teknologi untuk memperkuat persatuan.

Pratikno mengakui bahwa menjalankan Asta Mantra tidak mudah, namun harus dilakukan bersama. Ia mengajak pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga masyarakat untuk berkomitmen menguatkan peran keluarga di era digital.

Baca Juga : Eks Pasukan Khusus Afghanistan Sekutu Inggris Terancam Deportasi dari Pakistan, Keluarga Khawatir Dibunuh Taliban

“Mari kita bersama-sama kembalikan dan perkokoh keluarga sebagai pilar terpenting dari moralitas, mentalitas, dan pendidikan bangsa. Keluarga harus menjadi superhero bagi anak-anak kita, cucu kita, dan orang-orang di sekitar kita,” pungkasnya. ***