BERKABAR.CO.ID – Komunitas Jaringan Rumah Diskusi (JRD) menggelar Pelatihan Jurnalistik Dasar yang berlangsung selama beberapa hari di Pontianak.
Kegiatan ini dimulai pada Rabu 21 Mei 2025 bertempat di Perpustakaan Tanjak Serumpun, Rumah Adat Melayu.
Pada hari pertama, pelatihan menghadirkan jurnalis senior Kalimantan Barat, Andi Fachrizal, yang membawakan materi bertajuk Sejarah dan Ideologi Pers di Indonesia.
Materi tersebut menjadi pembuka sekaligus pondasi dalam membangun pemahaman dasar tentang dunia jurnalistik bagi para peserta.
Sebanyak 15 peserta dari kalangan mahasiswa, pemuda, dan aktivis literasi mengikuti pelatihan ini secara aktif dan interaktif.
Andi Fachrizal, yang juga dikenal dengan sapaan Rizal Daeng, menyampaikan bahwa perjalanan pers nasional erat kaitannya dengan dinamika perjuangan bangsa.
Baca Juga : Naimullah, Simbol Kerentanan dan Perjuangan Jurnalis Kalbar
“Sejak masa penjajahan, pers telah menjadi alat perlawanan. Saat itu, ada yang dikenal sebagai pers kolonial, pers Tionghoa, dan pers nasional,” ujar Fachrizal dalam pemaparannya.
Selain membahas sejarah dan ideologi, peserta juga diperkenalkan dengan peran penting pers dalam berbagai era.
Mulai dari masa kemerdekaan, masa Orde Baru yang penuh tekanan, hingga era reformasi yang membuka ruang kebebasan pers.
Ketua panitia kegiatan, Aris menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya ditujukan untuk mengasah keterampilan menulis berita, tetapi juga menumbuhkan pemahaman kritis tentang peran strategis pers dalam masyarakat.
Baca Juga : Pemerintah Siapkan Ribuan Rumah Bersubsidi Untuk Wartawan
“Kami ingin peserta memiliki kesadaran sejarah dan nilai perjuangan dalam jurnalistik,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan pelatihan ini akan berlanjut dalam beberapa minggu ke depan.
Para peserta juga direncanakan akan terjun langsung ke lapangan guna mengenal praktik jurnalistik secara lebih mendalam.
Pelatihan ini bertujuan untuk melahirkan jurnalis muda yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga berintegritas dan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. ***












