UKM Sarang Semut Untan Akan Adakan Pentas Tunggal Tari Kapan Nikah, Catat Tanggalnya!

Poster Kapan Nikah

BERKABAR.CO.ID – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sarana Pengembangan Seni Mahasiswa Universitas Tanjungpura (Sarang Semut) akan menggelar Pentas Tunggal Tari perdana bertajuk “Kapan Nikah?” di Gedung Tertutup Taman Budaya Kalimantan Barat, pada tanggal 3 dan 4 Juni 2025 mendatang.

Karya tari ini digarap oleh Budi, M.Sn, seorang seniman tari Kalimantan Barat yang masih aktif berkarya hingga kini, serta musik pengiring yang dikerjakan oleh Ferdinan, S.Sn, seniman musik sekaligus penulis asal Kalimantan Barat.

Keduanya akan menyuguhkan sebuah pertunjukan tari dan musik kontemporer berdurasi kurang lebih 45 menit.

Menurut Wiliam, salah seorang panitia kegiatan, pertunjukan ini bukan hanya ajang apresiasi seni, tetapi juga sarana pengembangan diri bagi anggota UKM Sarang Semut.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah dan mengembangkan kemampuan seni musik anggota Sarang Semut. Melalui pengalaman langsung di atas panggung, para anggota akan mampu mengeksplorasi kreativitas mereka, meningkatkan keterampilan, serta memperluas wawasan tentang unsur-unsur dalam seni gerak,” jelasnya.

Lebih dari sekadar pertunjukan, Pentas Tunggal Tari “Kapan Nikah?” membawa pesan sosial yang kuat, khususnya soal tekanan budaya yang kerap dialami perempuan dewasa terkait pernikahan.

“Melalui pertunjukan ini, UKM Seni Sarang Semut menyampaikan pesan tersirat tentang pengaruh suatu kebudayaan lokal yang menyangkut tentang hak asasi wanita, sekaligus menunjukkan bagaimana tari kontemporer dapat menjadi media ekspresi kebudayaan lokal yang ada saat ini,” tambah Wiliam.

Karya ini menggambarkan keresahan seorang wanita dewasa yang terus dihantui pertanyaan “Kapan menikah?”, sebuah pertanyaan yang kerap dianggap sederhana, namun dianggap bisa membawa tekanan psikologis mendalam. Dalam banyak masyarakat, pernikahan masih dipandang sebagai tolok ukur pencapaian hidup, padahal kenyataan tidak sesederhana itu.

“Karya ini hanya sebagai simbol gambaran nyata dari banyak perempuan yang menghadapi tekanan serupa. Penggarap/koreografer ingin menceritakan lewat sisi pandang wanita dewasa yang belum menikah dengan keresahannya tentang pertanyaan ‘Kapan menikah?” ungkap Wiliam.

Melalui pentas ini, UKM Sarang Semut ingin mengajak penonton untuk lebih memahami pilihan hidup orang lain.

“Pada akhirnya, kebahagiaan bukan tentang memenuhi ekspektasi orang lain, tetapi tentang menjadi diri sendiri dan menjalani hidup dengan penuh kesadaran serta kedamaian,” jelas Wiliam mendeskripsikan karya yang akan ditampilkan UKM Sarang Semut nantinya. *** (NAD)