BERKABAR.CO.ID – Museum Kalimantan Barat (Kalbar), yang berdiri sejak 1974, kini berupaya untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Dengan lebih dari 7.000 koleksi budaya Kalbar, museum ini berpotensi menjadi destinasi edukasi menarik, khususnya bagi generasi muda yang dekat dengan teknologi digital.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon mengungkapkan, bahwa Museum Kalbar memiliki koleksi yang kaya dalam bidang etnografi dan akulturasi.
”Hal ini mencerminkan keberagaman budaya di Kalimantan Barat yang harus terus dilestarikan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas,” ungkap Fadli Zon kepada wartawan, di Museum Kalbar, Minggu (23/2).
Fadli Zon juga menyoroti salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh museum-museum di Indonesia, termasuk Museum Kalbar, yaitu daya tariknya bagi generasi muda. Banyak museum yang masih mengandalkan cara konvensional dalam menyajikan koleksi, yang sering kali kurang menarik bagi anak muda yang tumbuh di era digital.
”Oleh karena itu, digitalisasi melalui tampilan visual interaktif dan pengalaman audio yang menarik menjadi solusi yang harus dikembangkan,” imbuhnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Rita Hastarita menyampaikan, bahwa pihaknya sedang mengkaji penerapan teknologi digital di Museum Kalbar.
”Rencana ini mencakup pembuatan ruang khusus museum digital yang akan menampilkan berbagai materi interaktif,” katanya.
Lebih lanjut, Rita mengatakan, dengan transformasi ini, diharapkan generasi muda lebih tertarik dan dapat merasakan yang baru.
”Pengalaman yang lebih dekat dengan sejarah serta budaya yang dipamerkan, terutama bagi mereka yang menjadi penerus pelestari budaya Indonesia,” pungkasnya. (Sam)












