BERKABAR.CO.ID – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi melantik Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) pada Rabu, 8 September 2025, di Istana Negara, Jakarta.
Erick menggantikan Dito Ariotedjo yang diberhentikan dalam perombakan Kabinet Merah Putih jilid kedua. Pelantikan ini berlangsung pukul 15.00 WIB dan diikuti dengan pelantikan sejumlah pejabat lainnya hasil reshuffle Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.
Dalam keputusan yang tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 96P Tahun 2025, Erick Thohir diberhentikan dari jabatan sebelumnya sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan diangkat menjadi Menpora yang baru.
Pelantikan tersebut dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto, yang memimpin pengambilan sumpah jabatan para pejabat baru, dihadiri oleh para menteri Kabinet Merah Putih dan pimpinan lembaga negara.
Baca Juga : MotoGP Mandalika Jadi Magnet Sport Tourism, Kemenpora Targetkan Sukses Besar
“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ujar para pejabat yang mengikuti arahan Presiden dalam upacara pelantikan.
Pelantikan Erick Thohir sebagai Menpora sesuai dengan rekam jejaknya yang gemilang di dunia olahraga.
Pria kelahiran Jakarta, 30 Mei 1970, ini dikenal sebagai pemilik klub sepak bola Inter Milan sejak 2013 dan memiliki investasi di klub NBA Philadelphia 76ers serta klub sepak bola DC United di Amerika Serikat.
Di tingkat nasional, Erick Thohir merupakan arsitek suksesnya penyelenggaraan Asian Games 2018.
Baca Juga : Menpora Tinjau Kesiapan Sirkuit Mandalika Jelang MotoGP Indonesia 2025
Sebagai Ketua Panitia Penyelenggara (INASGOC), Erick berhasil membawa Indonesia meraih perolehan medali tertinggi sepanjang sejarah Asian Games serta mendapatkan pujian internasional atas manajemen acara yang rapi dan inovatif.
Erick juga dikenal karena kepemimpinannya yang tegas di PSSI pada 2022. Di tengah krisis kepercayaan publik, ia melakukan reformasi tata kelola federasi, memperkuat kompetisi liga, serta memperhatikan pembinaan talenta muda sepak bola.
Terbukti, dengan kepemimpinannya, sepak bola Indonesia semakin menunjukkan kualitas dan berkembang pesat.
Selain prestasinya di dunia olahraga, Erick juga berhasil melakukan sinergi antar BUMN untuk mendukung pembiayaan olahraga, pembangunan infrastruktur, serta diplomasi ekonomi melalui ajang olahraga internasional.
Baca Juga : Presiden Prabowo Resmi Lantik 4 Menteri Baru, Posisi Menko Polhukam Masih Kosong
Di bawah kepemimpinan Erick, berbagai terobosan muncul, seperti kampanye hidup sehat, peningkatan fasilitas latihan atlet, dan upaya mengangkat prestasi Indonesia di kancah Asia dan dunia. ***












